Banjiiir…

banjir

Beberapa hari yang lalau saya baru saja posting membahas tentang hujan dan tak kusangka tak kuduga ternyata tadi malam rumah ku sendiri yang kebanjiran.

Saat itu aku sendirian dirumah, semua penghuni rumahku sedang pergi keluar. Sore itu hujan turun begitu lebat dan disertai dengan angin pula. banjirTetapi aku pikir juga hal yang biasa, paling-paling habis gini juga redah. Tapi setelah beberapa jam kemudian tepatnya pukul 19:00 air mulai menggenangi jalan-jalan. Tapi waktu itu aku belum sadar kalau banjir akan menggenangi rumahku karena pada saat itu aku berhadapan dengan yang namanya pelajaran Fisika yang besoknya akan diadakan ulangan 🙂 (sekali-sekali belajar jadi anak rajin). Kemudian Kakekku berteriak dengan lantangnya “gie’ banjir… bersih-bersihcepet angkat barang-barang mu ke atas” Waktu itu aku langsung melihat keluar dan aku baru sadar kalau air sudah menggenagi jalan-jalan. Dengan sepontan aku langsung menaikan semua brang-barangku ke atas, waktu itu wis aku gak peduli mau rapi apa gak yang penting tidak terkena air terutam buku-buku pelajaran.

Dengan spotan aku langsung pergi keluar rumah untuk mencari yang namanya tanah liat “lempung” untuk membendung rumahku. Setelah beberapa saat aku cukup bingung untuk mengurus rumah sendirian akhirnya orang tua dan kakakku pulan kerumah,”Alhamdulillah” kata itu yang pertama kali ku ucapkan.

Kami sekeluarga mencoba untuk melakukan pencegahan dengan membendung pintu dengan tanah liat tadi, meskipun hasilnya juga percuma dan air mulai masuk ke dalam rumah. Tetapi hal itu juga cukup membantu, ternyata menit demi menit berjalan air semakin naik dan tidak kunjung surut. Akhirnya setelah kita semua meras percuma akan ha yang kita perbuat tadi, air kami biarkan masuk kerumah. Alhasil rumahku jadi kolam renang dadakan.

Setelah istirahat beberapa saat, aku melihat air diluar untuk memastikan apakah airnya sudah surut apa belum. Ternyata air sudah mulai surut meskipun dengan kurun waktu yang cukup lama. Sampai pada sekitar pukul 10:15 air sudah surut dan itu berarti kami harus menguras air yang telah masuk kedalam rumah. Rasa capek mulai terasa, akhirnya pada pukul 11:40 air sudah kita kuras dari dalam rumah, meskipun tidak terlalu bersih juga seh.

“Pokonya akhir-akhir ini kita mau gak mau harus bersiap untuk menghadapi banjir karena curah hujan dikota Surabaya saat ini tergolong cukup tinggi”

Iklan

4 Komentar »

  1. gempur Said:

    Mari berenang dalam banjir, mumpung air sedang gratis, kan mahal kalo ke kolam renang.. hehehehehe

  2. gii3 Said:

    Berenang??? wah… aku gak kepikiran sampek ke situ pak.
    Tapi betul juga ya… air mahal, kenapa airnya gak sekalian ae di tampung dan disimpen buat keperluan sehari-hari WkWkWkWkWkWk 😛

  3. djagung Said:

    oy gie… tak kasih saran. gimana kalo rumah u , u pasangi jangkar n layar. jadi kalo ntar banjir melanda u tinggal pasang layar n angkat jangkar. trus tinggal berlayar ke negeri seberang…. hahaha

  4. dodot Said:

    Wah asik dong berenang….

    kok kagak berenang??? Ban karetnya ada kan?|? Mumpung musim hujan kan banyak kolam renang gratis


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: